Home / BERITA / Waka Polres Magelang Ikut ” Gerakan Merbabu Nandur 02022020 “

Waka Polres Magelang Ikut ” Gerakan Merbabu Nandur 02022020 “

polresmagelang.info  PAKIS – Kapolres Magelang Polda Jateng diwakili oleh Waka Polres Komisaris Polisi Eko Mardiyanto SH mengikuti kegiatan ” Gerakan Merbabu Nandur 02022020 ” dilangsungkan di Obyek Wisata Alam Grenden Kawasan Taman Nasional G.Merbabu ikut masuk wil Dusun Grenden Desa Pogalan Kecamatan Pakis Kabbupaten Magelang, Minggu, (02/02/2020)

Kegiatan dengan mengambila Tema ” Melestarikan  Alam, Merajut Kebhinekaan ” diikuti Anggota DPR RI  Vita Ervina S.E., Dirjen BKSDE Bp.IR.Wiratmo Msc.,  Bupati Magelang diwakili Asisten 3 Drs.Asfuri Muhsis Msi,  Dandim Magelang Letkol Czi Anto Indriyanto, Kabag Ops Polres Mgl AKBP Ngadiso,  Kepala Balai TNGMb Ibu. Ir. Junita Parjanti, ST, Kepala Seksi Pelaksanan Taman Nasional Nurpana Sulaksana S,Hut,  Forkompincam Pakis (Camat , Kapolsek, Danramil), Kepala Desa se Kec.Pakis , dan Relawan dari berbagai komunitas kl 2000 orang

Maksud dan tujuan  penanaman pohon secara serentak untuk pelestarian ekosistem dan habitat dikawasan taman nasional pasca kejadian bencana angin kencang pada bulan Oktober 2019, yang merusakan hampir 18.000 pohon, terang Kepala Seksi Pelaksanan Taman Nasional Bp.Nurpana Sulaksana S,Hut.

Adapun pelaksanaan penanaman serentak dilahan seluas 20 hektar dengan dibagi 5(lima) Blok dengan jenis tanaman yang banyak menyerap air diantaranya Gayam, Ipil,Tengsek, Puspo dan Aren, imbuhnya.

Harapannya kedepan dapat berfungsi secara optimal sebagai tandon banyu masyarakat Merbabu.  Serta menyatukan kebhinekaan antara elemen masyarakat baik dari unsur Pemerintah, institusi, swasta, masyarakat lokal, relawan, dan para pihak lainnya,pungkasnya.

Bupati Kabupaten Magelang ,Zaenal Arifin, yang diwakili oleh Asisten Satu, Asfuri, sangat mengapresiasi kegiatan ini untuk membangun dan melestarikan hutan. “Kegiatan ini dinilai sangat baik dan memiliki manfaat yang besar, karena dapat melestarikan alam terutama hutan. Selain itu, hakikatnya adalah ikut melestarikan isi yang ada di dalam hutan ini, agar udara kita sejuk dan sumber air bersih tetap terjaga dengan baik,” katanya (2/2/2020).

Sementara Dirjen KSDAE Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, Wiratno, menambahkan bahwa masih banyak taman nasional lain yang harus dihijaukan.

“Selain grenden kami punya 54 taman nasional luasnya 16 juta hektar, sebagian ada yang rusak karena masyarakat. Dan sekarang kita kerjasama bersama masyarakat untuk menanami itu dalam program kemitraan,”tambahnya.

Ia juga berpesan agar dalam mengelola alam khususnya diwilayah Jawa Tengah harus ekstra hati-hati dengan kondisi alam berupa lereng yang berbukit-bukit. “Sangat penting bagi kita untuk mengelola alam terutama di daerah lereng-lereng seperti ini, itu bahaya sekali jika terjadi longsor. Maka kita bersama-sama dengan masyarakat untuk membuat pertanian sehat dan pertanian terasering,” himbaunya.

Dalam kegiatan tersebut ribuan relawan dan simpatisan lingkungkan hidup dari berbagai daerah ikut serta dalam penanaman.

Editor Wahyu